22 April 2012

Komponen Gis (geographic information sistem)

Komponen Gis adalah sebagaimana gambar disamping.
1. Sistem Komputer, berupa :
-Hardware
-Software

2. Data, berupa :
-Data spacial
-Data non spacial

3. User / pengguna.

Dapat dikatakan GIS bila memenuhi kriteria berikut :

  • adanya data /mendapatkan data 
  • data yg diolah / mengolah data tsb
  • analisa data
  • menampilkan data tsb
  • memperagakan data
kemudian diteruskan dengan :
  • Pemetaan, penggalian data dan pencarian trend
kesemuanya dapat diperagakan modeling yg berbentuk :
  • Efektif dan Efisien


Sumber gambar : http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://myblogi.files.wordpress.com/2008/03/image011.png&imgrefurl=http://myblogi.wordpress.com/2008/03/02/sekilas-tentang-sistem-informasi-geografis-geographic-information-system/&usg=__MBDRXKUP0ZgokHEKAkVwS6UxCwo=&h=539&w=773&sz=36&hl=id&start=8&zoom=1&tbnid=1CeztZg7y6I1CM:&tbnh=99&tbnw=142&ei=fkOTT_eBBoKurAfspcyABQ&um=1&itbs=1

Peraturan & Regulasi

Cyber law. apakah itu ?

Cyberlaw adalah Hukum atau Peraturan yang digunakan di dunia cyber (dunia maya), yang umumnya diasosiasikan dengan Internet. Cyberlaw dibutuhkan karena dasar atau fondasi dari hukum di banyak negara adalah "ruang dan waktu". Sementara itu, Internet dan jaringan komputer mendobrak batas ruang dan waktu itu sendiri.

cyber law dibutuhkan untuk mengatur dunia maya agar penggunanya tidak kebablasan yang terlalu bebas hingga menyebabkan pelanggaran aturan di internet.
ada bermacam-macam pelanggaran di internet, diantaranya yg paling banyak adalah Pelanggaran Hak Cipta/ Pembajakan dsb.


oleh karena itu untuk mencegah pelanggaran semacam ini diperlukan berlakunya Peraturan (cyber law).

contoh beberapa Peraturan Cyber Law yg ada :

 UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
-  Stop Online Piracy Act (SOPA)
-  Protect Intelectual Property Act (PIPA)


di indonesia kita mengenal istilah UU ITE sebagai peraturan pemerintah yg diberlakukan untuk hukum penyalahgunaan/ pelanggaran di dunia maya.
dan belakangan kita mulai mendengar peraturan yg hampir mulai diberlakukan diamerika yaitu SOPA & PIPA.

apa sih bedanya dengan UU ITE milik indonesia dengan Sopa & Pipa itu?

Pendekatan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) di Indonesia dengan Stop Online Piracy Act (SOPA) dan Protect Intelectual Property Act (PIPA) di Amerika tak sama. Di UU ITE urusannya lebih mengatur siapa berbuat apa dan bagaimana transaksi dan bukti transaksi yang dilakukan di Internet dapat diakui oleh hukum
Sementara SOPA/PIPA adalah lebih kepada bagaimana para pemilik hak atas kekayaan intelektual (haki) dapat meminta bantuan dan/atau kekuatan hukum untuk melakukan penindakan para pelanggar HaKI tersebut di ranah online.


sumber : http://www.cert.or.id/~budi/articles/cyberlaw.html
http://inet.detik.com/read/2012/02/23/141545/1849947/1205/uu-ite-di-indonesia-dan-sopa-pipa-di-as-sama
"Tugas Article No. 5 Peraturan & Regulasi"

18 Desember 2011

Wouw, Pengguna Internet di Jakarta Terbesar Se-Asia

Rabu, 14 Desember 2011 22:12 WIB

ilustrasi
Banjarmasin, (tvOne)
Pengguna internet di Indonesia hingga saat ini mencapai 48 juta orang dan diprediksi pada 2015 akan terjadi lonjakan hingga 100 juta pengguna. Staf Ahli Bidang Komunikasi dan Media Massa Kementerian Komunikasi dan Informatika Henry Subiakto di Banjarmasin, Rabu (14/12), mengatakan, khusus pengguna internet wilayah Jakarta ditetapkan sebagai pengguna internet dan twiter terbesar di Asia.

Tingginya pengguna internet di Indonesia tersebut membawa dampak positif dan negatif bagi kemajuan ekonomi dan pengetahuan masyarakat. "Jumlah pengguna internet yang cukup besar tersebut berdampak positif bagi kemajuan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat tetapi juga bisa berdampak negatif," katanya.

Menurut Henry saat memaparkan tentang Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) di Hotel "A" Banjarmasin, dengan internet masyarakat bisa mengetahui berbagai informasi yang ada di seluruh dunia. Selain itu, berbagai hal mulai dari pemasaran bahkan informasi tentang kesehatan dengan mudah bisa diketahui melalui jaringan internet dengan mudah dan murah.

Sisi negatifnya, kata dia, akan berpengaruh buruk bila dimanfaatkan untuk hal-hal yang tidak berguna misalnya hanya untuk melihat situs porno. Selain internet, saat ini pengguna HP di Indonesia juga mengalami lonjakan luar biasa yaitu mencapai 185 juta pengguna, hal tersebut terjadi karena tarif pulsa di Indonesia merupakan tarif termurah di dunia.

Pada 2005, kata Henry, tarif pulsa telepon di Indonesia merupakan tarif termahal di dunia, namun kini menjadi negara yang tarif pulsa teleponnya paling murah. Hal tersebut, tentu menjadi hal yang sangat menguntungkan bagi masyarakat, sehingga wajar bila hampir semua orang mulai dari kalangan elit hingga masyarakat kelas bawah telah memanfaatkan HP.

Gubernur Kalsel Rudy Ariffin mengatakan, perkembangan alat komunikasi saat ini sangat dirasakan dampaknya. Bahkan tukang ojek hingga petani, selalu memegang HP dan sewaktu-waktu bisa dengan mudah melakukan komunikasi dengan sanak keluarganya. "Tidak sedikit petani di sawah kini berteleponan dengan keluarganya bukan hanya yang ada di Indoenesia tetapi juga bisa jadi yang ada luar negeri," katanya.

Memaksimalkan fungsi layanan komunikasi tersebut Pemerintah pusat melalui Kementerian Informasi dan Komunikasi sedang membangun jaringan untuk menjaga dan mempererat persatuan dan kesatuan melalui pusat layanan internet kecamatan atau PLIK. (Ant)

Sumber : http://iptek.tvonenews.tv

10 Desember 2011

NASA Menemukan Planet Baru Diluar Tata Surya

                                                                                                              Tim Liputan 6 SCTV
06/12/2011 14:28 | Luar Angkasa
Liputan6.com, Washington: Dalam satu langkah lain ke arah penemuan planet-planet serupa Bumi yang bisa menopang kehidupan, NASA menyatakan, Senin (5/12), teleskop antariksanya Kepler telah memastikan keberadaan planet pertama di sebuah zona bisa dihuni di luar sistem tata surya kita.

Para astronom Prancis sebelumnya tahun ini mengkonfirmasi planet luar pertama yang memenuhi persyaratan utama untuk menunjang kehidupan, yang dikenal sebagai Gliese 581d, seperti dikutip AFP.

Namun, Kepler 22b, yang sebelumnya terlihat sekilas pada 2009, adalah konfirmasi pertama badan antariksa AS NASA mengenai planet yang bisa dihuni. Itu berarti para astronom telah tiga kali melihat planet tersebut melintas di depan bintangnya.

"Kita beruntung bisa mendeteksi planet ini," kata William Borucki, peneliti utama Kepler di Pusat Riset Ames NASA. "Transit pertama tertangkap hanya tiga hari setelah kami mengumumkan wahana antariksa itu secara operasional siap. Kami melihat transit ketiga yang menentukan pada musim liburan 2010," katanya.

Kepler-22b berada dalam jarak 600 tahun cahaya dan lebih besar daripada Bumi dengan orbit 290 hari mengitari sebuah bintang seperti matahari. NASA juga mengumumkan, teleskop Kepler telah menemukan 1.000 planet potensial lain, dua kali dari jumlah yang terlacak sebelumnya, menurut hasil riset yang diajukan pada sebuah konferensi di California pekan ini.

Kepler adalah misi pertama NASA untuk mencari planet-planet seperti Bumi yang mengorbit bintang seperti matahari kita. Teleskop itu diluncurkan pada Maret 2009, dengan diperlengkapi kamera terbesar yang pernah dikirim ke luar angkasa -- perangkat alat 95 megapixel -- dan diperkirakan terus mengirim informasi ke Bumi hingga setidaknya pada November 2012. (Ant/ARI)

Tawuran, Potret Buram Dunia Pendidikan

Muhammad Achir
10/12/2011 07:11
Liputan6.com, Jakarta: Kekerasan di kalangan intelektual muda kian memprihatinkan. Potret budaya kekerasan itu terjadi mulai dari tingkat siswa sekolah dasar (SD) sampai mahasiswa, dan melibatkan laki-laki dan perempuan.

Pada awal Desember ini, redaksi Liputan 6 mencatat terjadi tiga tawuran pelajar. Dan, nyawa melayang pun seakan menjadi hal biasa. Mengerikan!

Ahmad Yoga Fudholi, mahasiswa Universitas Al Azhar Indonesia, tewas dikeroyok rekan satu kampusnya. Kasus itu bermula dari hal sepele, Yoga dituduh akan mencuri helm. Dua mahasiswa di kampus itu jadi tersangka.

Rival, siswa SMK 1 Budi Utomo, tewas di kawasan Roxy, Jakarta Barat. Ia terjatuh dari bus dan disabet senjata tajam oleh siswa dari sekolah lain yang menjadi lawan tawurannya.

Raafi Benjamin, siswa SMA Pangudi Luhur Jakarta, tewas dikeroyok dan ditusuk di Shy Rooftop, Jakarta Selatan. Sebelumnya ia terlibat keributan dengan sejumlah tamu kafe. Polisi menetapkan tujuh tersangka.

Fenomena tawuran seperti gunung es, terlihat puncaknya saja karena terekspos media. Sedangkan di bagian bawahanya bisa jadi lebih banyak lagi. Tercatat, peristiwa tawuran terbanyak terjadi di ibu kota.

Di daerah juga marak terjadi tawuran. Di Jawa Barat, identik dengan aksi brutal geng motor. Di luar Pulau Jawa, di Sulawesi Selatan, terbilang banyak terjadi tawuran pelajar.

Selain itu, alat tawuran juga semakin menggila tingkat bahayanya. Bukan lagi sekadar saling lempar batu. Senjata tawuran makin dimodifiksi, agar tak terlihat senjata tajam. Stick golf, ikat pinggang berkepala gir, obeng, hingga bom molotov.

"Kalau saya mah tidak ikut tawuran. Paling becanda-becanda aja," kata Aji dan Ivan, pelajar.

"Udah meraja lela banget, ancur, parah," ujar Nur, warga. "Zaman dulu gak ngalamin tawuran."

"Tawuran sekarang udah parah. Soalnya, udah masuk televisi dan orangtuanya lapor ke Komnas HAM," kata Amel, pelajar.

"Parah banget. Gara-gara tawuran sampai ada yang meninggal," tutur Dian, pelajar.

Pemicu kekerasan di dalam dan di luar sekolah sekilas berasal dari hal-hal sepele. Dari meneruskan tradisi intimidasi senior-junior. Kompetisi olahraga yang seharusnya mengalihkan kebiasaan tawur, justru memicu perkelahian antarsiswa. Di SMA di Bone, Sulsel, misalnya.

Sejauh ini, upaya meredam tawuran datang dari masyarakat. Warga inisiatif menghajar siswa tawuran. Polisi dibantu TNI juga turun tangan dan terlibat aksi kejar-kejaran dengan siswa yang akan tawuran.

Sosiolog Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyatakan, kekerasan memang akan terus marak, bila kepercayaan masyarakat terhadap kekuatan penegakan hukum negara melemah, termasuk di kalangan pelajar. Sanksi hukum tawuran tak digubris, tawuran pun jalan terus!

Penanganan tawuran masih bersifat represif, menindak setelah tawuran kejadian. Upaya pencegahan belum dirasakan maksimal. Peran pihak sekolah masih lemah dalam mengantisipasi soal ini.

Siswa korban intimidasi di sekolah atau tawuran pun cenderung menyembunyikan kejadian yang dialaminya, hingga mempersulit upaya pencegahan. “Pemerintah harus hadir di sisi pencegahan dan penindakan tawuran, tak hanya salah satunya saja,” kata Windi, orangtua siswa.(SHA)